iklan anda

Terbaru


Headline


Najjar Lubis Kerahkan Exapator dan Dum Truck Bantu Penanganan Jembatan Tambang Padang yang Ambruk

 

 Najjar Lubis Kerahkan Alat berat dan bantu material untuk penanganan Jembatan Tambang Padang Pasca Bencana 


Pasaman Barat, sannarinews.com -----  Najjar Lubis seorang tokoh masyarakat Pasbar asal Aek Nabirong, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kerahkan excavator dan mobil dum truck untuk menanggulangi perbaikan jembatan yang ambruk di Jorong Tombang Padang.


Selain excavator dan dum truck, Najjar Lubis juga menyediakan matrial keseluruhan untuk jembatan itu demi kelancaran masyarakat. Karena, sama kita ketahui bahwa jembatan itu salah satu akses utama menghubungkan Kecamatan Koto Balingka dengan Ranah Batahan.


"Kita akan upayakan, agar jembatan ini bisa dilalui kenderaan baik roda dua maupun roda empat. Karena ini akses utama masyarakat yang menghubungkan dua kecamatan yaitu Kecamatan Ranah Batahan dan Kecamatan Koto Balingka," kata Najjar Lubis kepada Sannarinews.com di Tombang Padang, Kamis (2/5/2024).


Dijelaskannya, jembatan ini dibangun sekitar tahun 2008 lalu atau berumur 15 tahun. Dan ambruk pada (1/5/2024) sekira pukul 19.30 Wib. Syukurnya tidak ada korban jiwa dalam insiden itu.


"Kita masih bersyukur, karena saat kejadian jembatan ambruk tidak ada yang korban, baik itu kenderaan maupun jiwa," terang Najjar.


Setelah peristiwa itu terjadi kata Najjar, langsung dikoordinasikan dengan Dinas PUPR Pasaman Barat dan mereka langsung membuat strategi dan hari ini mereka sudah dilokasi. Secara bersama, mereka buat teknisnya kita siapkan semua matrial dan peralatan demi kelancaran transportasi masyarakat.


"Sekarang kita lakukan penimbunan agar bisa dilalui kenderaan. Kita tidak bisa menunggu anggaran dari pemerintah, yang jelas kita bangun dulu demi masyarakat banyak," sebut Najjar Lubis dengan tegas.


Secara terpisah Plt Kadis PUPR Pasbar, Elifsan, saat dikonfirmasi mengatakan ucapan terima kasih sebesar-besarnya kepada Najjar Lubis yang sudah mengarahkan dua unit excavator, dump truk beserta matrial timbunannya. Kalau bukan karena bantuan beliau, kita masih menunggu baik peralatan maupun matrial.


"Kita akan dampingi terus Najjar Lubis dalam pengerjaan ini, semoga sore ini atau malam nanti sudah bisa jembatan ini dilalui kenderaan," sebutnya singkat. (Bisri Batubara)

Gerak Cepat Penanganan Jembatan Tambang Padang Pasca Bencana, PUPR Pasbar Kerjasama dengan Najjar Lubis


 Penanganan Jembatan Tambang Padang 


Pasaman Barat, sannarinews.com ---- Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bekerja sama dengan tokoh masyatakat setempat Najjar Lubis menangani kejadian jembatan penghubung putus di Tombang Padang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka akibat bencana.


"Jembatan putus akibat pengerusan dasar sungai," kata Plt Kadis PUPR Pasbar, Elifsan, Kamis (2/5/2024) di lokasi.


Ia menyebutkan, akibat jembatan putus itu, akses jalan menuju dan keluar dari Aek Nabirong ke Silaping terputus, baik kendaraan roda dua maupun roda empat. Kondisi ini juga menghambat mobilitas masyarakat dan barang, sehingga mengganggu pergerakan ekonomi di daerah itu.


Jembatan itu juga menjadi akses darat warga menuju ke pusat pemerintahan Kabupaten Pasaman Barat.


 Kepala Dinas PUPR Pasbar, Elifsan bersama Najjar Lubis


Ia menjelaskan kronologis kejadian berawal pada, Rabu (1/5/2024), pukul 19.30 Wib, PUPR menerima laporan warga bahwa telah terjadi jembatan utama putus di Tombang Padang.


Setelah itu, katanya, tim PUPR langsung melakukan pengumpulan data dan informasi sebagai bahan pengkajian cepat kejadian jembatan putus itu. Dan langsung mengkoordinasikannya dengan tokoh masyarakat setempat yaitu Najjar Lubis yang juga seorang pengusaha itu.


"Tak ada korban jiwa dan pengungsi imbas kejadian ini," katanya.


Hari ini, kita PUPR bersama Najjar Lubis melakukan penanganan sementara agar jembatan ini bisa dilalui. "Sekarang sedang dilakukan penimbunan," katanya.


Secara terpisah, Najjar Lubis menyampaikan ia sudah meluncurkan satu unit excavator kelokasi jembatan dan 5 unit mobil dum truck beserta materialnya. Yang penting kenderaan bisa lewat.


"Sudah ditindak lanjuti oleh pemerintah melalui dinas PUPR Pasbar, kami lagi memperbaikinya agar kenderaan bisa lewat. Apalagi, keberadaan jembatan ini sangat penting bagi warga sekitar," ungkapnya. (Bisri Batubara)

Anggota DPRD Sumbar, Syamsul Bahri Pertanyakan AMDAL PT. BPP Terkait Pembuatan Benteng Tanah atau Tanggul di sekitar Sungai

Syamsul Bahri



Pasaman Barat, sannarinews.com --- Pembuatan tanggul atau benteng tanaman  sawit oleh PT. BPP ( Bakrie Pasaman Plantation) di Pasaman Barat,  yang mana tanah galiannya didapat dari hasil galian tanah di sekitar sungai Batang Sikabau, akhirnya menjadi kanal. Hal ini mendapat sorotan dari anggota DPRD Sumbar asal Air Balam, Syamsul Bahri.


Dia menjelaskan bahwa perusahaan tidak bisa sembarangan saja menimbun atau membuat benteng tanah dekat dari sungai dengan menggali tanah dan dijadikan kanal tanpa ada izin Amdal (Analisa Mengenai Dampak Lingkungan) dari instnasi pemerintah Badan Lingkungan Hidup (BLH).


"Sesuai Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2015 tentang Pemeliharaan dan Pegelolaan Lingkungan Hidup perusahaan harus taat hukum dan tidak semaunya mengelola lingkungan hidup, apalagi menggali tanah dan ditimbun untuk benteng penangkal banjir Sungai Batang Sikabau di Pasaman Barat. Atas laporan warga ini kami tentu akan segera turun ke lapangan untuk melakukan investigasi dan akan membuat laporan resmi nantinya," katanya.


Ditegaskannya, kita segera koordinasi dengan dinas terkait untuk meninjau lapangan, agar diperjelas status AMDAL perusahaan itu. Karena, persoalan lingkungan ini tidak main-main. "Kita akan lihat dokumen AMDAL PT. BPP ini, apakah sudah sesuai dengan apa yang dilakukan di lapangan," tegasnya.


Sesuai keterangan humas PT. BPP beberapa waktu lalu, S Saragih, mengatakan pembuatan tanggul itu sudah sesuai prosedur. "Kita bekerja sesuai aturan," katanya singkat. (Bisri Batubara /iz)

Kehadiran Investor Perkebunan belum Membawa Kesejahteraan bagi Masyarakat Sekitar ?





Pasaman Barat, sannarinews.com ---- Hadirnya investor atau sejumlah perusahaan di Kabupaten Pasaman Barat seperti di Kecamatan Koto Balingka, hingga sekarang diduga belum membawa manfaat yang signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Terkhusus di wilayah perusahaan itu sendiri atau yang tinggal di sekitaran Hak Guna Usaha (HGU).


Padahal tujuan Pemerintah Indonesia menghadirkan investor menanamkan investasinya diharapkan dapat mengubah ekonomi warga tempatan dan membuka kesempatan lapagan kerja bagi rakyat. 


Namun hal ini masih belum terwujud sesuai harapan  masyarakat di sepadan perusahaan. Termasuk di perkampungan sekitar perkebunan kelapa sawit PT. Bakrie Pasaman Plantations (BPP) Air Balam dan PT. BPP Sungai Aur.


Kepada Sannarinews.com, beberapa warga seperti Silvia mengisahkan semakin sulitnya kehidupan ekonomi warga tempatan sejak masuknya perusahaan perkebunan kelapa sawit. Dimana hutan alam dibuka, sungai semakin sedikit hasil ikannya, malah terparahnya lagi banjir berkepanjangan yang diduga akibat tanggul yang dibuat perusahaan itu sendiri.

 

"Warga rata rata bekerja serabutan demi mencukupi nafkah keluarga mereka, akibat himpitan ekonomi. Sementara di sekitar pemukiman kami ini berdiri kokoh perkebunan sawit sekaligus pabrik kelapa sawit, namun belum mengangkat ekonomi warga tempatan di Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat," ungkapnya, Rabu (1/5/2024).


Kalau ditanya terkait tingkat pendidikan warga, sangat menyedihkan. Pasalnya, rata-rata hanya tamatan SMP dan SMA, itupun sudah merasa hebat. Karena, untuk melanjutkan kejenjang kuliah mereka tidak mampu.


"Perusahaan di sekitar kampung kami ini seperti PT. BPP, masih sangat minim perhatian kepada masyarakat, padahal sudah diatur didalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL). Biasanya, di Amdal itu dijelaskan terkait kesejahteraan masyarakat baik itu perekrutan tenaga kerja maupun program lainnya," pungkasnya juga.


Yang sejahtera di sepadan perusahaan itu hanya sebagian warga yang mendapat kebun sawit pola KKPA (Kredit Koperasi Primer untuk Anggota) atau pola plasma. "Kami meminta kepada anggota DPRD Sumbar agar segera mendesak  pihak perusahaan untuk bertanggung jawab  terhadap kewajiban sosial masyarakat di sekitarnya," pintanya.


Sudahlah hidup susah kata Silvia, kini saat turun hujan, benteng tanah penangkal luapan banjir Sungai Sikabau dan Sungai Batang Lapu ini turun ke sungai dan mengendap ke dasar sungai membuat luapan mudah ke darat, ungkapnya. ( Bisri Batubara)



Breaking News : Jembatan Tambang Padang Putus, Arus Lalu Lintas Lumpuh

 

Jembatan Tombang Padang Koto balingka Terputus
 

Pasaman Barat, sannarinews.com ----  Jembatan Tombang Padang yang menghubungkan 2 kecamatan di Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat amblas. Sementara, akses transportasi putus total.


"Iya benar, jembatan yang terletak di Jorong Tombang Padang, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat amblas, belum tau apa penyebabnya," kata tokoh masyarakat setempat, Najjar Lubis, kepada Sannarinews.com, Rabu (1/5/2024) sekira pukul 19.30 WIB malam ini.


Sebagai tindak lanjutnya kata Najjar Lubis, sudah melaporkannya ke Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat atau ke Dinas PU Pasbar. "Kita sudah laporkan kejadian jembatan amblas ini. Besok pagi kita akan arahkan arahkan excavator untuk melalukan penanggulangan sementara, agar kenderaan bisa lewat," jelasnya. 


Lebih dijelaskan Najjar Lubis, bahwa jembatan ini salah satu penghubung dua kecamatan yaitu Kecamatan Koto Balingka dengan Kecamatan Ranah Batahan. "Kita akan ambil sikap cepat dan tepat, agar kenderaan bisa lewat, apalagi besok hari balai," ujarnya.


Setelah dikonfirmasi Plt Kadis PU Pasbar, Elifsan, membenarkan kejadian jembatan putus tersebut. Dengan tegas, ia mengatakan besok pagi kota akan bekerja sama dengan Najjar Lubis untuk menanganinya.


"Kita akan kerja sama dengan Najjar Lubis, agar kenderaan bisa lewat," ujarnya singkat. (Bisri Batubara).

Warga Koto Sawah Pertanyakan Perhatian PT.BPP Terkait Penyaluran CSR


 Silvia, warga Koto Sawah 


PASAMAN BARAT, sannarinews.com ---- Masyarakat sepadan PT. Bakrie Pasaman Plantations (BPP), seperti Jorong Koto Sawah Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), pertanyakan realisasi Coorporate Sosial Responsibility (CSR). Pasalnya, perhatian dari perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di daerah itu, dinilai sangat kurang.


Menurut salah seorang perwakilan perempuan di Jorong Koto Sawah yang merupakan sepadan PT. BPP Air Balam, Silvia, Rabu (1/5/2024) mengatakan, sepengetahuannya baru sekali mendapatkan bantuan dari PT. BPP yaitu di tahun 2018 lalu. Itupun sebatas makanan berupa Supermi 2 kardus.


"Kalau yang bentuknya CSR, sepengetahuan kita belum ada. Padahal, wilayah kita ini berbatas langsung dengan PT. BPP, kan menyedihkan," kata Silvia.


Menurutnya, kalau dilihat hasil yang diperoleh oleh perusahaan itu sangat luar biasa, namun masyarakat terkesan  hanya menonton saja. Bahkan saat ini justru banjir selalu dirasakan tak ubahnya seperti bahan makan pokok.


"Sejak mulai membuka lahan, sampai sekarang perusahaan itu sudah berproduksi belum ada program CSR untuk daerah ini," ujarnya kepada sannarinews.com.


Disampaikannya, penyaluran CSR tidak harus menunggu masyarakat mengajukan permohonan, baru direalisasikan. Seharusnya perusahaan menyadari akan kewajibannya.


"CSR ini wajib dilaksanakan oleh perusahaan, tanpa terkecuali PT. BPP," tegas Silvia.


Tak hanya realisasi CSR yang dipersoalkan. Masyarakat juga mempersoalkan minimnya perusahaan dalam melibatkanya tenaga kerja (Naker) lokal di perusahaan tersebut.


"Tak seluruhnya menyerap tenaga kerja lokal, terutama warga di sekitar lingkungan perusahaan. Hanya beberapa orang saja yang bekerja disana," sebutnya.


Paling tidak, sebut Silvia lagi, perusahaan diwajibkan merekrut sebanyak 30 persen karyawannya dari masyarakat lokal (sepadan PT. BPP-red). Untuk itu, PT. BPP diminta untuk segera merealisasikan kewajibannya kepada masyarakat.


"Selama ini kompensasi dan kontribusi perusahaan untuk masyarakat sekitar tidak jelas. Perusahaan juga kurang bertanggung jawab atas kejadian banjir yang melanda pemukiman dan perkebunan masyarakat," tutupnya.


Pernah dikonfirmasi Humas PT. BPP, Sanjaya Saragih, mengatakan terkait CSR, ia akan baru membenahi. Karena, ia baru saja bertugas di BPP ini. 


" Mudah-mudahan kedepan bisa kita benahi.Terkait selama ini, kita akan kroscek dulu di kantor. Apakah ada atau tidak penyaluran CSR, " sebutnya 


Lanjutnya lagi, "sekarang, kita pun sudah mulai membuat program berupa bantuan UMKM melalui program CSR, dan itu sedang di usulkan," jelasnya. (Bisri Batubara)

PSDA Sumbar Segera Tinjau Kondisi Tanggul PT. BPP yang Memicu Banjir Kawasan Sekitar


 Ahdiarsyah 

Pasaman Barat, sannarinews.com ----- Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) bakal tinjau lokasi tanggul dan banjir di wilayah perusahaan perkebunan PT. Bakrie Pasaman Plantations (BPP) Air Balam secepatnya.


"Iya benar, kita akan segera melakukan tinjauan kelapangan atas keluhan masyarakat yang terdampak banjir baik diwilayah Kecamatan Lembah Melintang, Koto Balingka dan Sungai Beremas," kata Sekretaris Dinas Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi Sumatera Barat, Ahdiarsyah. ST. MT kepada Sannarinews.com melalui pesan WhatsApp nya, Rabu (1/5/2024).


Terkait persolan banjir ini memang sudah sering didengar, tapi separah ini kita baru dengar. Atas itulah kita dari provinsi akan segera mengambil langkah berupa mempelajarinya serta meninjau kelapangan. Agar, diketahui pasti penyebab banjir yang tak kunjung surut itu.


"Kita akan cek semuanya, baik lokasi banjir, sungai dan tanggul. Apakah banjir berkepanjangan ini akibat tanggul tentu dibuktikan dilapangan nanti," tegasnya.


Yang jelas kata mantan Kadis PU Pasbar itu, persoalan banjir di wilayah PT. Bakrie Pasaman Plantations ini sudah menjadi atensi bagi kami. Apalagi, sudah diintruksikan oleh pimpinan untuk memanggil pihak perusahaan.


"Pak Wakil Gubernur Sumbar pun sudah pernah mengatakan persoalan ini, sehingga kita jadikan persoalan ini sebagai atensi utama kita di tahun sekarang," lebih tegasnya lagi.


Disamping itu, anggota DPRD Sumbar Syamsul Bahri, juga menegaskan akan bersama-sama untuk menindak lanjuti persoalan banjir ini. Karena ini menyangkut kesejahteraan dan kenyamanan masyarakat.


"Kita akan minta kaji semua nanti kepada instansi terkait, bagaimana Analisis Mengenai Dampal Lingkungan (AMDAl), Indonesia Sustainable Palm Oil (ISPO) dan RSPO serta yang katanya Zero Accident oleh Kementrian Tenaga Kerja. Apakah sudah sesuai untuk PT. BPP atau belum," tandasnya.


Dalam waktu dekat, kita akan meninjau lokasi dan akan memanggil pihak perusahaan ke Provinsi Sumatera. Agar, persoalan yang dirasakan masyarakat itu bisa terpecahkan. "Kita tidak akan main-main dalam persoalan lingkungan ini, apalagi ini menyangkut kenyamanan dan ketentraman masyarakat," lebih tegasnya lagi. (Bisri Batubara)

Tanggul PT. BPP Diduga Picu Banjir Pemukiman Warga di Koto Sawah Ujunggading


 Pemukiman warga mudah Diterpa banjir 



Pasaman Barat,  sannarinews.com ---+ Tanggul yang dibangun oleh PT Bakrie Pasaman Plantations (BPP) di lokasi perkebunannya di BPP Air Balam, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat diduga menjadi penyebab terendamnya pemukiman dan perkebunan milik warga.


Pemukiman yang dimaksud kebanjiran itu meliputi Dusun Banjar Bahal dan sekitarnya di Jorong Koto Sawah, Nagari Ujung Gading dan Jorong Air Jernih. Sementara perkebunan yang dimaksud berupa perkebunan sawit dan padi. Tak heran, perkebunan milik warga tersebut sudah direndam air berbulan bulan lamanya.


Pembuatan tanggul itu dilakukan sudah sekitar satu tahun yang lalu. Ketika tanggul itu selesai dibuat, banjir pun mulai terjadi.


Selain tanggul, perusahaan bersangkutan juga membuat pintu air yang diduga tidak mencukupi untuk membuang air yang masuk. Sehingga, air naik ke pemukiman masyarakat.


Tanggul PT. BPP



Pernah dilakukan masyarakat kala itu, supaya air yang merendam pemukiman dan perkebunan dapat surut, warga terpaksa menjebol tanggul milik perusahaan itu. Namun, langkah itu tidak maksimal. Genangan air masih saja dapat menyelimuti pemukiman dan perkebunan mereka.


"Iya, kita bersama masyarakat pernah menjebolkan tanggul yang dibuat oleh perusahaan PT. BPP yang terletak di Divisi III BPP Air Balam. Kami bersama-sama dengan masyarakat," tegas salah seorang warga, Silvia, kepada media belum lama ini.


Dikonfirmasi salah seorang Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat asal Pasaman Barat, Syamsul Bahri, mengatakan bahwa pembuatan tanggul oleh PT. BPP itu perlu dikaji kembali. Karena, sejak ada tanggul banjir pun terjadi lebih parah dari biasanya.


"Kita tidak bisa pungkiri, memang wilayah itu kerab banjir dimusim hujan, tapi airnya cepat surut. Sekarang ini air tidak pernah surut sudah berbulan bulan, tentu perlu dikaji. Kita akan lakukan secepatnya koordinasi dengan Dinas PU Sumbar dan Kabupaten Pasbar serta instansi terkait lainnya," tegas Syamsul Bahri, Selasa (30/4/2024).


Berdirinya perusahaan diwilayah kita ini bertujuan untuk kesehateraan masyarakat, bukan sebaliknya. Jadi, kita akan ambil tindakan tegas agar persoalan ini jelas darimana asal usul banjir berkepanjangan ini.


"Kita akan panggil seluruh yang terkait, apa penyebab utama banjir yang melanda pemukiman dan perkebunan masyarakat ini," pungkas Syamsul.


Terkait persoalan tanggul itu, Humas PT. BPP, Sanjaya Saragih saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta arahan dan koordinasi dengan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Barat. 


"Dalam waktu dekat ini, kita akan bekerja sama dengan Dinas PSDA Provinsi Sumatera Barat untuk meninjau sungai-sungai yang ada disekitar perusahaan dan melakukan kerjasama untuk mengurai luapan air sungai penyebab banjir yang terjadi itu," jelasnya. (Bisri Batubara)Pasaman Barat, Tanggul yang dibangun oleh PT Bakrie Pasaman Plantations (BPP) di lokasi perkebunannya di BPP Air Balam, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat diduga menjadi penyebab terendamnya pemukiman dan perkebunan milik warga.


Pemukiman yang dimaksud kebanjiran itu meliputi Dusun Banjar Bahal dan sekitarnya di Jorong Koto Sawah, Nagari Ujung Gading dan Jorong Air Jernih. Sementara perkebunan yang dimaksud berupa perkebunan sawit dan padi. Tak heran, perkebunan milik warga tersebut sudah direndam air berbulan bulan lamanya.


Pembuatan tanggul itu dilakukan sudah sekitar satu tahun yang lalu. Ketika tanggul itu selesai dibuat, banjir pun mulai terjadi.


Selain tanggul, perusahaan bersangkutan juga membuat pintu air yang diduga tidak mencukupi untuk membuang air yang masuk. Sehingga, air naik ke pemukiman masyarakat.


Pernah dilakukan masyarakat kala itu, supaya air yang merendam pemukiman dan perkebunan dapat surut, warga terpaksa menjebol tanggul milik perusahaan itu. Namun, langkah itu tidak maksimal. Genangan air masih saja dapat menyelimuti pemukiman dan perkebunan mereka.


"Iya, kita bersama masyarakat pernah menjebolkan tanggul yang dibuat oleh perusahaan PT. BPP yang terletak di Divisi III BPP Air Balam. Kami bersama-sama dengan masyarakat," tegas salah seorang warga, Silvia, kepada media belum lama ini.


Dikonfirmasi salah seorang Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat asal Pasaman Barat, Syamsul Bahri, mengatakan bahwa pembuatan tanggul oleh PT. BPP itu perlu dikaji kembali. Karena, sejak ada tanggul banjir pun terjadi lebih parah dari biasanya.


"Kita tidak bisa pungkiri, memang wilayah itu kerab banjir dimusim hujan, tapi airnya cepat surut. Sekarang ini air tidak pernah surut sudah berbulan bulan, tentu perlu dikaji. Kita akan lakukan secepatnya koordinasi dengan Dinas PU Sumbar dan Kabupaten Pasbar serta instansi terkait lainnya," tegas Syamsul Bahri, Selasa (30/4/2024).


Berdirinya perusahaan diwilayah kita ini bertujuan untuk kesehateraan masyarakat, bukan sebaliknya. Jadi, kita akan ambil tindakan tegas agar persoalan ini jelas darimana asal usul banjir berkepanjangan ini.


"Kita akan panggil seluruh yang terkait, apa penyebab utama banjir yang melanda pemukiman dan perkebunan masyarakat ini," pungkas Syamsul.


Terkait persoalan tanggul itu, Humas PT. BPP, Sanjaya Saragih saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta arahan dan koordinasi dengan Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air Provinsi Sumatera Barat. 


"Dalam waktu dekat ini, kita akan bekerja sama dengan Dinas PSDA Provinsi Sumatera Barat untuk meninjau sungai-sungai yang ada disekitar perusahaan dan melakukan kerjasama untuk mengurai luapan air sungai penyebab banjir yang terjadi itu," jelasnya. (Bisri Batubara)

Bupati Hamsuardi Himbau Masyarakat Bijak Bermedia Sosial


  Hamsuardi


Pasbar, Pasaman Barat, sannarinews.com ---Bupati Pasaman Barat (Pasbar) Hamsuardi didampingi Wakil Bupati Risnawanto menghadiri sekaligus membuka Workshop Penyuluhan Hukum Siber dan Pelatihan Jurnalistik Digital Tribun Academy, Kamis (7/3) di Aula Kantor Bupati setempat. Dalam arahannya, Bupati Hamsuardi menghimbau agar masyarakat Pasbar bijak dalam bermedia sosial serta menjadi jurnalis hebat di masa yang akan datang. 


"Mari belajar menulis hingga menjadi jurnalis yang baik. Paham dan mengerti keadaan dan kondisi real Pasbar. Berita yang ada harus disaring terlebih dahulu sebelum ditulis dan disebarkan ke khalayak umum. Sedikit contoh, adik-adik harus mengerti mana yang menjadi kewenangan pemerintah baik pemerintah pusat, provinsi, kabupaten hingga desa. Sehingga hal-hal yang menjadi perdebatan dapat diredam melalui tulisan yang kita sebarkan melalui media sosial," ungkap Bupati Hamsuardi.


Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Tribun dan Kejaksaan Negeri serta pihak terlibat yang telah menggagas kegiatan itu. Ia menyebutkan betapa pentingnya sadar hukum dalam bermedia sosial serta mempelajari ilmu jurnalistik seiring perkembangan zaman yang semakin modern.


Generasi muda lanjutnya, adalah pemegang estafet kepemimpinan yang harus lebih baik dari saat ini. Di akhir arahannya, Bupati Hamsuardi menghimbau peserta workshop agar dapat mengikuti acara itu dengan seksama. 


Hal serupa juga disampaikan Wabup Risnawanto, ia mengungkapkan bahwa kegiatan yang dilaksanakan itu bernilai positif karena melibatkan guru dan siswa sebagai generasi muda dalam menghadapi perkembangan teknologi yang semakin canggih. Ia berharap generasi muda Pasbar melek digital, hingga dapat menyebarluaskan informasi mengenai pelayanan Pemda, serta perkembangan pembangunan agar tidak melanggar hukum. 


Kepala Kejaksaan Negeri M. Yusuf Putra berharap, kolaborasi dan sinergi bersama yang diikuti kurang lebih 500 peserta itu bermanfaat bagi para peserta agar menjadi pewarta bagi Pasbar dan sekolahnya masing-masing. Ia juga berharap, kegiatan itu dapat bergulir bukan hanya pada dunia pendidikan namun merambah ke sektor lain seperti pada wali nagari se-Pasbar. Sehingga semua memiliki pengetahuan dan wawasan terutama dalam kesadaran hukum dalam mempromosikan nagarinya di media online. 


Selain itu, Pimpinan Tribun Padang Widoyo mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bupati Hamsuardi dan Wabup Risnawanto serta dukungan dari Kejaksaan Negeri dan semua stakholder terkait. Ia berharap kegiatan itu bermanfaat dalam meningkatkan literasi para guru dan siswa dan meningkatkan kesadaran agar lebih bijak bermedia sosial. 


"Tribun Padang merupakan media yang memberikan informasi aktual, update dan terpercaya. Mengembangkan produk surat kabar harian, konten media sosial, media online dan lain sebagainya. Tribun akademi ini merupakan projek pertama kali di Sumbar bahkan regional Sumatera," tambahnya. ****I

Perbaikan Jalan Nasional Di Pasbar Dikebut Jelang Mudik Lebaran

Tampak para pekerja dari PT. Sarana Mitra Saudara sedang melaksanakan Patching di wilayah jalan nasional Pasaman Barat. **Bisri Batubara


Pasaman Barat, Sannarinews.com --- Jalan berlubang tentu sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan masyarakat khususnya pengguna jalan. Misalnya di sepanjang jalur Ujung Gading - Air Balam, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat.


Guna menangani jalan berlubang yang dirasa membahayakan pengguna jalan ini, Kementrian PUPR melalui BPJN Provinsi Sumatera Barat bergerak cepat melakukan lelang pekerjaan, agar bisa diperbaiki cepat.


Pelaksanaan perbaikan jalan tersebut, dilaksanakan oleh salah satu kontraktor ternama di Sumatera Barat yaitu PT. Sarana Mitra Saudara (SMS) setelah memenangkan tender belum lama ini. 


Kegiatan ini, bertujuan untuk memberikan pelayanan publik kepada masyarakat yang cepat dan lebih baik lagi.


Dengan adanya kegiatan ini, masyarakat khususnya pengguna jalan nasional itu sangat berterima kasih kepada PJN Provinsi Sumatera Barat. Karena, sudah melaksanakan pekerjaan yang dianggap mersahkan pengendara.


"Kita sangat berterima kasih kepada PJN Sumatera Barat, atas cepat tanggapnya terkait jalan rusak dibeberapa titik jalan nasional yang menghubungkan Pasaman Barat dengan Sumatera Utara," sebut Alfi, kepada media, Rabu (6/3/2024).


Saat dikonfirmasi salah seorang pelaksana pekerjaan, Acong, menjelaskan, Patching aspal adalah metode Perbaikan yang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan-kerusakan pada badan jalan terutama pada lapisan perkerasan dengan penutup aspal.


Kerusakan-kerusakan yang dimaksud disini adalah kerusakan seperti adanya Lubang, Jalan Bergelombang, Alur dengan kedalaman lebih dari 30 mm pada badan jalan, Ambles dengan kedalaman yang lebih dari 50 mm dan retak buaya dalam jumlah yang besar.


"Itulah yang dikerjakan kontraktor ini sekarang," jelasnya.


"Perbaikan itu guna memastikan keselamatan, kenyamanan dan keamanan bagi masyarakat, khususnya para pengguna jalan yang melintas di wilayah ini tersebut,” jelasnya. ***Bisri Batubara

Gagal di 2020, H. Erick Hariyona Bakal Maju Kembali Bupati Pasbar


                     H. Erick Hariyona


Pasaman Barat, Sannarinews.com --- Pengusaha asal Pasaman Barat, H. Erick Hariyona pernah gagal mencalonkan diri menjadi bupati dalam Pilkada Pasbar pada 2020 lalu. Kini, ia kembali untuk maju di Pilkada 2024.


Pernyataan sikap siap maju disampaikannya belum lama ini di Pasaman Barat, (3/2024).


H. Erick mengatakan bahwa dengan izin Allah dan restu dari keluarga besar, ia menyatakan siap maju dalam Pilkada Pasbar 2024 ini. Untuk diketahui bahwa H. Erick bagian dari keluarga Partai Persatuan Pembangunan (PPP).


"Kalau untuk partai, alhamdulillah siap. Jadi saya siap maju di Pilbup 2024. Karena itu, saya berharap dukungan dari masyarakat 11 Kecamatan se Pasaman Barat. "Saatnya energi baru menang," ujar ujarnya.


Dengan slogan "energi baru" Erick berjanji akan membuat Kabupaten Pasaman Barat menjadi lebih maju, dengan tidak membedakan suku, agama dan ras.


"Intinya bila terpilih nanti sebagai Bupati Pasaman Barat, akan bekerja sekuat tenaga untuk memajukan Kabupaten Pasaman Barat secara keseluruhan dari kampung hingga ke Kabupaten Pasaman Barat," tuturnya. ***Bisri Batubara

H. Daliyus.K. S. Si Bakal Maju Bacalonbup Pasbar, Lihat Profilnya!!!

                     H. Daliyus. K. S. Si

(Politisi Senior Partai Golkar Pasaman Barat)


Pasaman Barat, Sannarinews.com --- Pemilihan bupati (pilbup) kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) sudah diambang pintu. Masa kepemipinan H. Hamsuardi sebagai bupati akan segera berakhir dan dikabarkan masih maju lagi untuk periode ke dua.


Tahun 2024 sudah terjadwal akan ada pemilihan bupati serentak di seluruh Indonesia.


Dari info yang di terima media ini ada sejumlah cabup yang akan maju menghiasi pesta demokrasi di kabupaten Pasaman Barat. Diantaranya adalah bupati Pasaman Barat H. Hamsuardi (PAN, mantan bupati Pasaman Barat H. Yulianto (Demokrat) serta H. Erick Hariyona (PPP) dan M. Ihpan (PKS).


Dalam pertarungan Pilbup 2024 yang akan datang akan muncul nama baru yang akan siap ikut Pilbup Pasbar. Dia adalah H. Daliyus. K. S. Si. Ia seorang politisi senior Pasaman Barat. 


H. Daliyus dikenal sebagai sosok yang familiar di kalangan masyarakat  kabupaten Pasaman Barat.


Di kalangan politisi, Daliyus bukanlah orang baru, semua "asam garam" dalam hiruk pikuk sudah dilewatinya. Jadi sudah pas sosok Daliyus ini bila dipercaya menjadi orang nomor 1 di kabupaten Pasaman Barat oleh masyarakatnya.


Sebagaimana diketahui H. Daliyus adalah seorang politisi senior Partai Golkar di Pasaman Barat. Namun saat akan maju Pilbup Pasbar, nanti dirinya sudah tidak menjabat lagi sebagai anggota DPRD Pasaman Barat.


Dalam percakapannya dengan media ini, Daliyus panggilan akrabnya mengatakan, majunya dia dalam Pilbup Pasbar, karena merasa terpanggil untuk berbuat lebih banyak lagi untuk daerah ini. 


"Pengalaman saya.sebagai politisi maupun sebagai tokoh masyarakat akan saya jadikan dasar untuk membangun semua aspek pembangunan kabupaten Pasaman Barat yang sangat saya cintai ini. Dan sesuai rekomendasi dari DPP partai Golkar Golkar,"  ungkap alumni Universitas Andalas (Unand) Padang ini, Rabu (6/3/2024). 


Bahkan menurut sesama politisi, Daliyus merupakan sosok yang santai dan berpengalaman serta tegas. "Kami yakin dia mampu menjadi pemimpin Pasbar," papar mereka.


Adapun profil H. Daliyus.K. S. Si sebagai berikut :


- H. Daliyus. K. S. Si Lahir di Pasaman Barat pada 09-04-1967 dengan usia 57 Tahun

- Jenis Kelamin Laki-laki

- Alamat di Kinali, Kabupaten Pasaman Barat

- Agama Islam

- Status sudah nikah


- Riwayat Pendidikan : 


1. SMA Negeri 7 Padang 1984 - 1987

2. S1 FMIPA Unand 1987 - 1993

3. S2 Fekon UNP Padang 2004 - 2006


- Riwayat Pekerjaan


1. Anggota DPRD Pasbar periode 2004 - 2009

2. Wakil Ketua DPRD Pasbar periode 2009 - 2014

3. Ketua DPRD Pasbar periode 2014 - 2019

4. Wakil Ketua DPRD Pasbar periode 2019 - 2024


- Riwayat Organisasi


1. Ketua DPD KNPI Pasbar periode 2005 - 2009

2. Ketua DPD Golkar Pasbar periode 2015 - 2020

3. Ketua Forki Pasbar periode 2015 - 2024

4. Ketua BAPERA Pasaman Barat periode 2022 - 2027


***Bisri Batubara

Harga Naik, Penghasilan Padi Sawah Menurun

Tampak Alsintan sedang beroperasi di persawahan masyarakat


Pasaman Barat, Sannarinews.com - Akhir februari 2024 menjadi momentum bagi para petani menuai hasil kerja kerasnya selama berbulan-bulan menanam padi. Petani di sejumlah wilayah di Pasaman Barat khususnya Kecamatan Lembah Melintang, sedang masa panen.


Namun sayang, sejumlah petani mengaku hasil panen kali ini turun dibandingkan hasil panen pada september 2023 lalu. Meski demikian, mereka tetap bersyukur masih bisa menuai hasil kerja keras mereka.


Seperti kata salah satu petani yakni Erni (52). Dia mengaku hasil panen yang didapat musim ini turun dibandingkan musim panen lalu. Apa penyebabnya kita tidak tau, tapi yang jelas perawatannya tidak berbeda dengan sebelumnya.


"Kalau dibilang kurang air, hujan sering terjadi dan air di irigasi pun bagus. Mungkin, rezeki kita yang kurang," ujarnya.


Petani lain, yakni Willy membenarkan jumlah panen padi musim ini lebih sedikit dibandingkan panen bulan September lalu. "Ya panen kali ini apa penyebabnya kita tidak tau, kalau dibilang hama yang memang lumayan juga, seperti tikus atau yang lainnya," sebutnya, Selasa (5/3/2024).


Di sisi lain, ia bersyukur harga gabah kali ini lebih tinggi dibandingkan saat panen sebelumnya. "Setiap kekurangan pasti ada kelebihan," kata dia.


Kalau dirinci hasil panen september lalu kurang lebih mencapai 85/pancang. Namun, harganya murah yakni Rp 6 ribu per kilogram (kg). Sedangkan panen sekarang, gabah yang didapat hanya 60/pancang, sedangkan harga gabah mencapai Rp 7.200 per kg. ***Bis

Musim Hujan, Komisi III DPRD Pasbar Himbau Pabrik Kelapa Sawit Waspadai Luapan Limbah

Ketua Komisi III DPRD Pasaman Barat H. Nazwar. SH



Pasaman Barat, Sannarinews.com --- Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), H. Nazwar. SH mengingatkan agar Dinas Lingkungan Hidup (DLH) aktif mengawasi pabrik-pabrik pengolahan kelapa sawit.


Terutama di musim penghujan, dikhawatirkan akan menyebabkan meluapnya limbah sawit dari kolam penampungan dan merusak ekosistem lingkungan di sekitar pabrik kepala sawit (PKS).


"Musim hujan yang harus diantisipasi adalah limbah dari pabrik CPO. Bagi kolam limbah yang tidak mampu menampung, sangat rawan meluber," kata politikus Partai Demokrat ini, Selasa (5/3/2024).


Dia menegaskan, pencemaran akibat limbah dari perusahaan perkebunan sawit ini terkadang membuat ekosisten di sungai menjadi rusak. Meski demikian hingga kini dirinya masih belum menemukan adanya pencemaran sungai berdasarkan hasil temuan pemerintah.


"Sejauh ini belum ada hasil temuan pencemaran. Bila ada, akan mendapatkan sanksi berat bahkan sanksi pidana," tegas dia. 


H. Nazwar menegaskan limbah dari pabrik sawit hendaknya memang dikelola sesuai dengan standar. Pemerintah harus aktif melakukan pengawasan agar jangan sampai limbah yang dihasilkan itu justru merusak lingkungan sekitarnya. 


Apalagi, sistem pengolahan limbah ini berbagai macam, ada yang Instalasi Pengolahan Limbah Cair yang dibuang ke sungai (IPLC) dan ada juga Land Aplikasi (LA).


"Penegasan memang harus berkala melalui instansi terkait,  karena itu kami minta pengawasan betul-betul maksimal kepada pengolahan produksi yang menghasilkan limbah sawit itu," katanya. 


Berbicara mengenai sanksi, kata H. Nazwar, tentunya bukan main-main hingga ada sanksi pidana bagi perusahaan yang memang terbukti lalai maupun sengaja yang menyebabkan kebocoran limbah dan mengakibatkan pencemaran lingkungan. 


Untuk diketahui, di Kabupaten Pasaman Barat ini ada 

1. Pabrik Kelapa Sawit PT. Bintara Tani Nusantara (BTN) di Koto Balingka

2. Pabrik Kelapa Sawit PT. Usaha Sawit Mandiri (USM) di Koto Balingka

3. Pabrik Kelapa Sawit PT. Sawita Pasaman Jaya (SPJ) di Koto Balingka

4. Pqbrik Kelapa Sawit PT. Bakrie Pasaman Plantations (BPP) di Koto Balingka 

5. Pabrik Kelapa Sawit PT. Pasaman Marama Sejahtera (PMS) di Sungai Aur

6. Pabrik Kelapa Sawit PT. Agrowiratama di Sungai Aur

7. Pabrik Kelapa Sawit PT. Berkat Sawit Sejahtera (BSS) di Gunung Tuleh

8. Pabrik Kelapa Sawit PT. Agro Wira Ligatsa (AWL) di Gunung Tuleh

9. Pabrik Kelapa Sawit PT. Gersindo Minang Plantations (GMP) di Pasaman

10. Pabrik Kelapa Sawit PT. Gunung Sawit Abadi (GSA) di Kinali

11. Pabrik Kelapa Sawit PT. PN VI Ophir

12. Pabrik Kelapa Sawit PT. Sari Buah Sawit (SBS) di Kinali

13. Pabrik Kelapa Sawit PT. AAI di Kinali

14. Pabrik Kelapa Sawit PT. Rimbo Panjang Sumber Makmur (RPSM) di Kinali

15. Pabrik Brondol Sawit CV. Bangunan Rahmat di Ranah Batahan


***Bisri Batubara 

Melalui Program CSR, PT. USM Serahkan Bantuan Bibit Ikan Kepada Masyarakat Jorong Simpang

(Poto bersama usai penyerahan bantuan dari PKS.PT. USM kepada masyarakat Jorong Simpang)



Pasaman Barat, Sannarinews.com --- Dalam upaya mendukung program ekonomi kreatif ditengah masyarakat, PT. Usaha Sawit Mandiri (USM) melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), memberikan bantuan bibit ikan kepada masyarakat Jorong Simpang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat tanggal 1/3/2024.


Dalam kegiatan penyerahan bantuan bibit ikan tersebut, langsung dilakukan oleh Mill Manager PT. USM didampingi humasnya, dan diterima langsung oleh Ketua pemuda Jorong Simpang, Muzilwan, sebagai perwakilan masyarakat setempat.


Menurut Mill Manager PKS PT. USM melalui P Rangkuti kepada media ini mengatakan bahwa, bantuan tersebut diberikan agar dapat dikembangkan oleh masyarakat, sehingga mampu mendorong kemajuan didaerah itu.


"Kami melalui program CSR perusahaan, memberikan bantuan bibit ikan kepada masyarakat. Harapan kita tentunya untuk mendorong kemajuan bersama. Apa lagi saat ini pemerintah memang menggalakkan pola ekonomi kreatif, seperti salah satu contohnya adalah bidang perikanan," jelasnya.


Kita dari perusahaan kata P Rangkuti, bahwa pihak perusahaan terus berkomitmen dalam membantu masyarakat sekitar perusahaan kearah lebih maju lagi.


"Inilah suatu bentuk komitmen kita kepada masyarakat sekitar, semoga apa yang kami berikan dapat bermanfaat. Dan program ini kedepannya Insya Allah berkelanjutan," ucapnya singkat.


Ketua pemuda Jorong Simpang, Muzilwan melalui salah seorang warga, Gusta, mengaku sangat senang dengan adanya bantuan benih ikan yang diberikan oleh perusahaan tersebut.


"Alhamdulillah, saya mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada PT. USM yang telah memberikan kami bantuan bibit ikan ini. Semoga bibit Ikan ini nantinya berkembang, Insya Allah," katanya dengan penuh semangat. ***Bis

Tokoh Muda Pematang Panjang Angkat Bicara, Kehadiran Feridon Siap Maju Untungkan Masyarakat


                     (M. Nur Rangkuti)



Pasaman Barat, Sannarinews.com - Tokoh muda Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, M. Nur Rangkuti, angkat bicara terkait keberadaan Feridon Siap Maju didaerahnya.


"Kita sangat berterima kasih kepada Owner Feridon Siap Maju Bapak Najjar Lubis, yang sudah membuka peluang usaha bagi masyarakat di Nagari Pematang Panjang dan Nagari Batahan Utara khususnya dan Pasaman Barat pada umumnya," ungkapnya, Senin (4/3/2024).


Ditegaskannya, sejak beberapa unit usaha Feridon Siap Maju berdiri di wilayah ini, tingkat pengangguran turun drastis. Karena, masyarakat yang selama ini tidak ada pekerjaan sekarang sudah mendapatkan lapangan pekerjaan, baik sebagai karyawan ataupun agen.


Adapun unit usaha yang ada sekarang ini berupa Stone Crusher, tentu membutuhkan tenaga kerja berupa sopir, operator serta bagian kelistrikan dan mekanik. Selanjutnya Somel kayu, tentu membutuhkan tenaga kerja sebagai operator, buruh angkat, pengumpul limbah dan malahan banyak yang bisa mereka jadikan bernilai ekonomis dari limbah pengolahan kayu.


"Limbah kayu atau kerab disebut sibiran itu masih bisa diperjualbelikan, walaupun sifatnya dibeli tapi bisa dijual kembali dengan mengambil keuntungan untuk digunakan rumah, rak toko serta keperluan lainnya," jelas M Rangkuti.


Selain itu, ada Galian C tentunya sangat berguna bagi masyarakat banyak. Apalagi, ini satu-satunya yang memiliki izin di wilayah Pasaman Barat bagian utara yaitu Feridon Siap Maju yang berlokasi di Aek Nabirong.


"Kita sangat berterima kasih kepada Bapak Najjar Lubis, atas usaha yang didirikannya ini. Selain membuka peluang kerja bagi masyarakat juga sangat besar kontribusi sosialnya terhadap masyarakat. Dan ini sudah dibuktikannya dengan berbagai macam kegiatan sosial," jelasnya.


Dari hitungan kita, sudah hampir seribuan masyakarat yang sudah bekerja di wilayah Feridon Siap Maju. Tentu, dengan begitu perputaran ekonomi itu mulai membaik dibanding belakangan ini. "Semoga, apa yang dicita-citakan oleh Bapak Najjar ini terus berkembang," harapnya. ***Bis

Turunkan Angka Pengangguran, Najjar Lubis Buka Usaha Berlegalitas Resmi


Najjar Lubis (Owner Fridon Siap Maju)


Pasaman Barat, Sannarinews.com - Wirausaha tidak hanya meningkatkan kesejahteraan hidup bagi pegawai serta keluarganya. Namun, juga dapat memberi pengaruh positif terhadap masyarakat, lingkungan, dan bangsa.


Seorang wirausaha harus mampu mengelola dan mengembangkan kegiatan usaha, punya kreativitas, serta memiliki keterampilan untuk menghasilkan atau menambah nilai barang atau jasa yang dihasilkannya.


Wirausaha juga merupakan salah satu pelaku utama untuk membangun perekonomian sebuah bangsa ke arah yang lebih baik.


Hal seperti inilah yang ditekadkan oleh seorang wirausaha asal Aek Nabirong, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat, Najjar Lubis, dalam dirinya dan kehidupannya sehari-hari.


Dimana, Najjar Lubis, sudah puluhan tahun memiliki rencana dalam pengembangan usaha diwilayahnya. Agar, masyarakat khususnya diwilayahnya dan umumnya Kabupaten Pasaman Barat bisa Berpendapatan lebih.


Dengan rahmat tuhan yang maha kuasa, akhirnya Najjar Lubis berhasil meraih impiannya dengan mendirikan beberala unit usaha di wilayah tempat tinggalnya. Sehingga, ribuan masyarakat bisa bekerja sama dengannya, baik sebagai tenaga kerja, rekan bisnis maupun usaha UMKM di wilayah tersebut.


"Alhamdulillah, apa yang kita rencanakan sejak puluhan tahun yang lalu akhirnya tercapai. Seperti membuka Galian C, pendirian Stone Crusher (pemecah batu), Pengolahan Kayu, perkebunan serta budi daya ikan kolam serta membuat sarana dan prasarana lainnya seperti pariwisata dan arena olah raga," ungkap Najjar Lubis saat diwawancarai Sannarinews.com, Senin (4/3/2024).


Sebagai bahan pertimbangan kata Najjar Lubis, semua usaha yang sudah berdiri itu insyaallah sudah memiliki legalitas dari pemerintah, baik tingkat kabupaten maupun provinsi dan nasional. "Tentunya, setiap berusaha itu apalagi sifatnya industri tentu harus memiliki legalitas," tutur Najjar.


Seperti usaha Galian C kata Najjar Lubis, tentu memiliki legalitas yang jelas dari pemerintah dan sudah mengantongi izin, begitu juga dengan pengolahan kayu dan juga stone crusher. "Andai tidak punya izin, mana berani kita produksi," tegasnya.


Selaku owner di Feridon Siap Maju ini kata Najjar Lubis, tentu sebelum melangkah harus kita lengkapi dulu semuanya dan alhamdulillah sudah lengkap makanya kita berani beroperasi seperti sekarang ini. Begitu juga dengan tenaga kerja, kita upayakan masyarakat lokal untuk mengurangi tingkat pengangguran yang ada sekarang ini.


"Dengan beroperasi semua usaha ini, alhamdulillah sudah ratusan hingga ribuan masyarakat yang bisa kita tolong, seperti menjadi tenaga kerja, rekan bisnis serta masyarakat dalam pemanfaatan fasilitas yang ada seperti akses jalan yang kita buat bisa dilalui masyarakat baik untuk ke kebun maupun ke usaha lainnya," lebih jelasnya.


Selain itu, dengan terbukanya lapangan pekerjaan di wilayah Feridon Siap Maju ini, tingkat pengangguran menurun drastis dari sebelumnya. Karena, selain menjadi tenaga kerja dan rekan bisnis, masyarakat juga bisa memanfaatkan situasi seperti menjadi pedagang dan lainnya. "Pedagang kita fasilitasi, khususnya diwilayah obyek wisata Feridon Siap Maju," paparnya juga.


Dengan menciptakan banyak lapangan pekerjaan, tingkat pengangguran di wilayah ini jauh berkurang. Tidak hanya itu, ketersediaan lapangan pekerjaan juga membantu meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat.


Selain itu, dengan adanya wirausaha dapat memberi motivasi kepada masyarakat untuk berani berwirausaha atau membuka kegiatan usahanya sendiri. Apabila hal ini terjadi, maka akan semakin banyak wirausaha dan lapangan pekerjaan yang tersedia. ***Bisri Batubara

Anjing Gila Yang Menggigit Belasan Warga Pematang Panjang, Berhasil Dilumpuhkan Warga

Poto Anjing Gila Yang Menggigit Belasan Warga


Pasaman Barat, Sannarinews.com --- Teror anjing gila yang mengakibatkan sebelas warga di Jorong Simaninggir dan Aek Nabirong, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, berhasil dilumpuhkan warga, Senin (04/3/2024) pagi.


Perwakilan masyarakat sekaligus orang tua salah satu korban, Alfi, saat dimintai keterangan melalui sambungan telephone menjelaskan, anjing peneror dengan ciri-ciri berbadan besar dengan bulu kuning kecoklatan, sudah di lumpuhkan warga.

Baca juga  --- 11 Orang Korban Gigitan Anjing Liar Di Nagari Pematang Panjang Selesai Di Vaksin Anti Rabies Di Puskesmas Parit → https://www.sannarinews.com/2024/03/11-orang-korban-gigitan-anjing-liar-di.html


"Warga sudah lumpuhkan ciri-ciri anjing peneror tersebut, Senin (4/3/2024) sekira pukul 08.30 Wib pagi ini," sebutnya.


Lanjut Alfi, Anjing yang dilumpuhkan ini selanjutnya masih menunggu dari tim pemerintah, agar dibawa ke pusat kesehatan, untuk dilakukan uji sampel.


Sebelumnya, sebelas warga di Nagari Pematang Panjang menjadi korban gigitan anjing gila. Masing-masing yang menjadi korban sebagai berikut :

1. Rusmiati umur 70 Tahun dengan gigitan di paha.

2. Khairun Nisa umur 24 Tahun dengan gigitan di bibir.

3. Muhammad Alfariski umur 8 Tahun dengan gigitan di bagian dada.

4. Andini Amelia Putri umur 12 Tahun dengan gigitan di bagian pipi.

5. Dedek Trizon Pati umur 10 Tahun dengan gigitan di bagian punggung.

6. Safa Alisa umur 5 Tahun dengan gigitan dibagian pipi.

7. Sajidah umur 6 tahun dengan gigitan dibagian lengan.

8. Miskah umur 52 Tahun dengan gigitan dibagian tangan.

9. Ahmad Adnan Fiendra umur 1 Tahun gigitan dibagian muka.

10. Suhdawati umur 30 Tahun dengan gigitan dibagian perut.

11. Saima Putra umur 20 Tahun dengan gigitan dibagian punggung dan lengan.


Dari semua korban itu, sudah diberikan penanganan medis di Puskemas Parit berupa suntik Vaksin Anti Rabies (VAR) tahap 1, dan lanjut seminggu lagi tahap dan 21 hari lagi untuk tahap 3.


Dari itu, atas nama masyarakat berharap kepada Pemerintah agar melakukan pengawasan terhadap hewan liar yang ada diwilayah ini, demi keselamatan masyarakat. ***Bis

11 Orang Korban Gigitan Anjing Liar Di Nagari Pematang Panjang Selesai Di Vaksin Anti Rabies Di Puskesmas Parit


Pasaman Barat, Sannarinews.com - Sebanyak 11 warga yang menjadi korban gigitan anjing liar di Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) telah mendapatkan Vaksinasi Anti Rabies (VAR). Pemberian Vaksinasi Anti Rabies itu dilakukan untuk menurunkan risiko penularan rabies.


Kepala Puskesmas Parit, Risnawati, saat dikonfirmasi Sannarinews.com, Minggu (3/3/2024) mengatakan, saat ini kondisi warga yang menjadi korban gigitan anjing liar telah selesai mendapatkan perawatan di Puskesmas Parit. Warga yang mendapatkan gigitan tersebut telah diberikan vaksinasi rabies.


"Alhamdulilah semua korban kondisinya aman. Tidak ada yang berbahaya, mereka telah divaksin rabies sesuai dengan SOP setelah terjadi gigitan anjing liar," kata yang akrab dipanggil buk Ris itu.

Dijelaskan buk Ris, Vaksin ini yang pertama, yang kedua dilakukan setelah seminggu dari sekarang dan ketiga terhitung 21 hari pula dari sekarang. Ini, harus dilakukan demi menjaga kesehatan.

"Minggu depan kita lakukan lagi Vaksin kedua untuk para korban. Agar, virus tidak bisa tumbuh pada tubuh korban, andai anjing yang menggigit itu terkena rabies," jelasnya.

Sekarang kata buk Ris, pasien sudah ada yang pulang. Karena, semua luka bekas gigitan sudah dibersihkan dan sudah dikasih obat. "Kami mendo'akan agar semua baik-baik saja," paparnya. ***Bis

Anjing Gila Yang Menggigit Warga Pematang Panjang Belum Tertangkap, Warga Dihimbau Selalu Waspada

Tampak Pj. Wali Nagari Pematang Panjang, Herman, bersama Babinsa sedang stanby di salah satu tempat di Simaninggir
Pasaman Barat, Sannarinews.com --- Anjing yang menggigit warga di Jorong Simaninggir, Nagari Pematang Panjang, Kecamatan Koto Balingka, Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), hingga kini masih belum ditemukan.

Hal tersebut disampaikan Pj Wali Nagari Pematang Panjang, Herman, melalui telepon genggamnya, Minggu (3/3/2024).

"Kendalanya, anjing itu bisa saja lari ke hutan atau ke lereng yang tidak jauh dari pemukiman masyarakat untuk bersembunyi," katanya.

Tetapi kata Herman, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak baik pemerintahan maupun penegak hukum dalam hal penangkapan hewan itu.

"Kami lakukan koordinasi, guna mempercepat penangkapan demi keselamatan masyarakat banyak. Karena, kita takut nantinya anjing yang sudah menggigit belasan warga ini terus melakukan penggigitan baik sesama anjing, jadi terjadi penularan  sehingga tambah banyak nantinya korban," terang Herman.

Kita sekarang sedang siaga di Jorong Simaninggir bersama Babinsa dan Babinkamtibmas serta unsur pemerintahan lainnya yang tak luput juga warga setempat.

"Kita akan terus upayakan agar anjing tersebut bisa ditemukan," tegasnya.

Sebelumnya, warga di Jorong Simaninggir dan Aek Nabirong yang digigit anjing itu 9 orang. Sekarang sudah mencapai 11 orang yang terdiri dari sesuai tabel berikut : 

Untuk itu, mari kita selalu waspada demi keselamatan kita semua. ***Bis