iklan anda

Terbaru


Headline


Pembangunan Akses Jalan Teluk Tapang Butuh Anggaran Berkelanjutan

 


Pasaman Barat,  sannarinews.com-------Pembangunan Pelabuhan Teluk Tapang Air Bangis Kecamatan Sungai Beremas Kabupaten Pasaman Barat Provinsi Sumatera Barat, butuh anggaran berkelanjutan. Ini dalam rangka menyelesaiakan pembangunan akses jalan serta melengkapai sarana dan perasarana yang diperlukan untuk operasional pelabuhan 2024 mendatang. 



Untuk kesinambungan pembangunan tersebut, maka, mesti dijalin kolaborasi antara Kementerian PU dengan Kementrian Perhubungan dan Pemerintah Daerah Pasaman Barat sebagai pihak yang memfasilitasi pembangunan tersebut.



Hasil survei lapangan Tim dari KSOP Kelas II Teluk Bayur Kementrian Perhubungan Laut Wigyo,  bersama Kasi KBPP. Capt Reynaldo Syukuri yang didampingi Wakil Bupati Pasbar, Risnawanto dan rombongan, Selasa, ( 2/11/2021), telah melihat kondisi dermaga teluk tapang serta meninjau jalan menuju dermaga tersebut. 



Wakil Bupati Risnawanto  mengakui bahwa untuk mengoperasikan dermaga perlu persiapan teknis yang sangat baik. Dan kelanjutan pembangunan Teluk Tapang  pada tahun 2022. Bahkan perlunya percepatan pembangunan beberapa fasilitas pendukung lainnya.



"Kehadiran Teluk Tapang ini sangat dinantikan oleh masyarakat Pasaman Barat. Dengan sumber daya alam Pasbar yang melimpah. Pelabuhan ini sangat membantu dan memudahkan masyarakat melakukan pengiriman barang atau produk ke luar daerah maupun sebaliknya,"jelasnya.



Lanjutnya, Teluk Tapang juga memiliki potensi untuk pelaksanaan program Tol Laut melalui dermaga. "Apabila dijalankan dengan baik maka ini menjadi andalan bagi masyarakat Pasbar baik itu efesinsi dalam hal pengiriman keluar maupun ke dalam,"ujarnya.


Saaat peninjauan ke lapangan, Pimpinan KSOP Kelas II Teluk Bayur Kementrian Perhubungan Laut Wigyo  menyebutkan berbagai sarana dan prasana yang dibutuhkan untuk menlanjutkan pembangunan secara teknis yang diperlukan di pelabuhan tersebut.


"Pembangunan dan pengembangan Pelabuhan Teluk Tapang ini dibutuhkan mulai dari lampu penerangan, rambu-rambu sebagai penanda untuk mendukung sistem navigasi dan memastikan kekuatan dermaga dalam mengangkut berat barang produksi,”ujanya.


Begitupun jelasnya, Container Bale atau alat untuk mendukung bongkar muat yang lebih cepat dan efesien. Terpenting angker area atau titik kordinat untuk mendeteksi kegiatan kapal yang berlabuh di teluk tapang. Semua ini perlu dibangun dalam menunjang kegiatan peroperasian di Pelabuhan teluk tapang,"kata Wigyo.


Wigyo berharap Pemerintah Pasbar dapat bersinergi dengan pusat agar semua pembangunan yang dilaksanakan berjalan dengan baik. Dan diharapkan nantinya Pasbar akan menjadi daerah percontohan, karena diimbangi oleh fasilitas darat maupun di laut. Jalan yang baik menuju pelabuhan dan dermaga yang layak digunakan,"ujarnya.


Pembangunan Akses Jalan

Seperti diberitakan prodeteksi.com sebelumnya, tahun 2021 ini ada kelanjutan pekerjaan Jalan yang dikerjakan PT. Rimbo Perduan. Proyek ini dimulai  dari titik kilometer 12,3 dari Bungo  Tanjung Air Bangis  ke arah Teluk Tapang hingga ujung pekerjaan sepanjang 22 KM. Atau sepanjang  9,7  KM pekerjaan jalan dihitung dari titik awal proyek  TA 2021 ini.


Selain pembangunan jalan, juga beberapa unit jembatan pendek (Box Culvert). Dengan nilai kontrak sebesar Rp. 60,87 miliar oleh penyedia jasa PT. Rimbo Paraduan dan konsultan supervisi PT. Manggala Karya Bangun Sarana KSO dan PT. Khayyira Engineering Consultan. 


 Pembangunan Jalan Teluk Tapang TA 2021


Jika pekerjaan  ini rampung, maka masih tersisa sepanjang 21 KM lagi jalan yang harus dibangun dan diaspal untuk sampai ke titik lokasi pelabuhan Teluk Tapang. Baru kemudian terbuka akses sampai lokasi untuk kemudian dapat diporasikan.


“Untuk bisa menembus jalan itu sampai ke lokasi pelabuhan tentunya masih butuh penganggaran proyek setidaknya dua tahun anggaran lagi. Karena masih ada 21 KM lagi dari 43 KM total panjang Jalan Teluk Tapang- Bungo Tanjung. Dan sebanyak 13 unit jembatan, “ sebut Salman, salah seorang pihak kontraktor. ****i/ 


Perbatasan Sawah Mudik /Sigantang -Madina Ditinjau untuk Kelayakan Pembangunan Jalan Provinsi Lintas Utara

 


 

 Tim Survei Lahan Bersama Tim Kabupaten dan Pihak Nagari dan Pemuka Masyarakat 



Pasaman Barat, sannarinews.com----Sangat potensial, jika pembangunan Jalan Lintas Utara Provinsi Sumatera Barat (Sumbar)  yakni melalui Jorong Sawah Mudik (Sabajulu), Sigantang Nagari Batahan Utara Kecamatan Ranah Batahan Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) menuju Kabupaten Mandahiling Natal (Madina) Sumatera Utara (Sumut), segera dibangun


Langkah awal telah ditinjau Tim Survei dari Kabupaten Pasbar, Kamis (04/02/2021). Tim yang dikoordinir oleh Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pasbar, Yudesri, SIP, MSI, beranggotakan dari unsur Bappeda, Dinas PU, Dinas lIngkungan Hidup dan unsur dinas terkait. Juga didampingi pihak pemerintahan Nagari Persiapan Batahan Utara, yakni Pjs Walinagari, Muzain Irsadi, dan para tokoh masyarakat Sawah Mudik Sigantang, seperti M. Riad Zamin, Marlis Matondang dan Tokoh Masyarakat Koto Balingka, Najjar Lubis.


Informasi yang diperoleh menyebutkan,  Tim survei telah menelusuri jalan rintisan sekitar 2 KM menuju Perbatasan Sigantang dengan Huta Baringin wilayah Kecamatan Sorik Marapi Madina Sumut. Kunjungan Tim Survei ini untuk melihat langsung prosfek dan kelayakan pembangunan Jalan Lintas Provinsi tersebut.


 Survei Kelayakan Pembangunan Jalan Lintas Provinsi Pasbar - Maduna Sumatera Utara Melalui Jorong Sawah Mudik/ Sigantang. 

Tokoh masyarakat Sawah  Mudik (Sabajulu), M. Riad Zamin Lubis, yang dihubungi media ini mengatakan, prosfek pembangunan Jalan Tembus Madina ini memang sangat potensial, tidak hanya untuk masayarat dan warga di sekitar perbatasan. Tapi juga sangat berdampak positif untuk kemajuan ekonomi daerah Sumatera Barat, terkhusus Pasbar.

 

Menurut M. Riad yang juga tokoh inisiator Pendiri IMAPASBAR jelang pemekaran dan Mantan Pengurus IMPPBU/IMPRBS ini, masyarakat setempat sangat mendukung pembangunan jalan tembus tersebut. Dan ia siap untuk memfasilitasi dan mengkoordinir pembebasan lahan. Yang mana lahan yang dilewati sebagian lahan warga dan masih dalam tanah ulayat Sabajulu.


“ Masyarakat saya yakin siap dalam pembebasan lahan dan kita pun bersedia membantu untuk memfasilitasi hal ini. Sebagai putra daerah asli Sawah Mudik ini dan salah seorang ahli waris ulayat Sabajulu, kita siap mensukseskan program pemerintah. Karena hal ini tidak untuk kepentingan kalangan tertentu, apalgi untuk kepentingan pribadi seseorang, tapi untuk kepentingan masyarakat dan daerah, “ kata M. Riad Zamin, juga Putra Kandung Mislan St. Parlagutan Lubis,  Ninik Mamak Sabajulu.


 Lebih lanjut dikatakan Riad, bahwa Jalan terdekat ini sangat dibutuhkan untuk dibangun dalam rangka percepatan pembangunan daerah. Sebab sangat berdampak positif  dalam optimalisasi Pelabuhan Teluk Tapang Air Bangis.

 M. Riad Zamin Lubis


Menurutnya, jika jalan Lintas Provinsi Sumbar (Pasbar-Madina) lewat Sawah Mudik Sigantang dibangun, akan memperpendek Jarak dari Sumut dan Ibukota Medan Ke Pasbar dengan selisih jarak tempuh sektar 2 Jam. Sehingga traffic warga yang melintasi Pasbar akan semakin tinggi.



“Data yang saya peroleh dari hasil survei saya ketika ke daerah perkampungan di Madina Sumut, sekitar 300 hingga 400 orang kabarnya dalam sehari melintas menuju Padang Sumatera Barat Ada yang memanfaatkan Jalan Lintas Barat melalui Simpang Gambir dan juga ada yang lewat Lubuk Sikaping. Mereka ada yang dalam kepentingan bisnis, perdagangan dan juga pendidikan “jelasnya.


Sehingga lanjutnya jika jalan lintas terdekat ini dibangun traffic pemakai jalan melalui Pasbar ke arah Padang akan semakin ramai. Ditambah lagi dengan adanya pelabuhan Teluk Tapang maka lebih optimal dalam pemanfaatannya karena tidak hanya warga Sumbar tapi masyarakat Sumatera Utara juga akan lebih memungkinkan untuk menggunakan jasa transportasi laut nantinya.


 

Ditambahkan, untuk pembangunan jalan lintas provinsi ini, tidak saja lebih dekat dibanding Jalan Lintas Barat saat ini, juga tidak ada medan berat, dan tidak perlu ada jembatan karena tidak melintasi sungai.


Maka jalurnya nanti Huta Baringin Madina –Sigantang-Sawah Mudik- Lubuk Manggis Aek Nabirong- Silaping – Desa Baru - Teluk Tapang. Apalagi sudah ada Jembatan Provinsi di Aek Nabirong, jalan ke Sawah Mudik juga sudah lebar dan sebagian telah diaspal, tinggal menembus atau penerobosan dari ujung Sigantang ke perbatasan, “paparnya.



Dijelasnkan lagi bahwa, jarak ke perbatasan dari Sigantang paling jauh sekitar 10 KM. Kemudian dari perbatasan ke Jalan Aspal daerah Huta Baringin hanya sekitar 17 -20 KM.


Sementara itu Sekdakab Pasbar, Yudesri, SIP, MSI yang dihubungi media ini membenarkan Tim telah  survei  ke arah Perbatasan Sigantang-Madina. Selanjutnya akan dikaji dan dilengkapi persyaratan pengajuan ke Pemerintah Pusat melalui Pemerintah Provinsi Sumbar.


Sebagaimana disebutkan juga oleh Wildan Nasution, salah seorang tim yang turut hadir dalam survei lapangan menyabutkan, tujuan peninjauan ke daerah perbatasan ini termasuk dalam program optimalisasi Pelabuhan Teluk Tapang.


“Benar itu survei awal untuk memenuhan persyaratan pengajuan ke Kementerian Kemaritiman. Masih dalam rangka percepatan dan optimalisasi pelabuhan Teluk Tapang. Dan akan dilanjutkan survei berikutnya untuk kelayakan pembangunan tersebut, “kata Wildan.


Lebih lanjut dikatakan sebelumnya telah ada pembicaraan dengan Pemerintah Madina dan mereka menyatakan dukungannya karena hal itu akan memperluas akses dan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat ke dua daerah.


Disebutkan bahwa berdasarkan pengukuran dengan JPS dari titik nol Jorong Sigantang ke Huta Baringin Madina dan ke ujung jalan Aspal madina hanya berjarak sekitar 27 KM. Namun akan disurvei ulang untuk peninjauan kelayakannya.


Yang jelas jika jalan ini dibangun akan menjadi jalan lintas provinsi Pasbar – Sumut terdekat. Dan akan memberi manfaat positif dalam perkembangan ekonomi dan kemajuan daerah. ***i/rsh