iklan anda

Terbaru


Headline


Sering Kosong, Diminta Pengawasan Pendistribusian BBM Jenis Solar dari SPBU


                       (SPBU Kampung Baru dimalam hari)

Pasaman Barat, Sannarinews.com --- Belakangan ini, Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar di setiap SPBU di Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) khususnya di bagian utara sering kekosongan. Padahal, BBM jenis Solar tersebut selalu masuk setiap hari.


"BBM jenis solar selalu masuk, baik ke SPBU Ujung Gading, SPBU Air Balam, SPBU Air Bangis maupun ke SPBU Kampung Baru. Tapi tetap selalu kekurangan, sehingga belum siang sudah habis," kata seorang sopir atas nama Andi (38) kepada Sannarinews di Kampung Baru, Saptu (2/3/2024).


Dijelaskannya, kami para sopir sangat kewalahan dengan harga di eceran. Karena, harga dieceran itu kadangan Rp. 9.000 sampai 10.000/liternya. Sementara kalau tidak dibeli kita tidak bisa berusaha mencari nafkah untuk keluarga.


"Harga BBM di eceran itu mahal, sementara kita terpaksa beli untuk berusaha. Dari itu, kita berharap kepada pengawas SPBU baik yang di tingkat Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat juga Nasional agar memperhatikan keluhan kami para sopir ini," harapnya.


Hal yang sama juga disampaikan sopir lainnya, Pito, bahwa BBM jenis solar ini seperti harta karun. Karena, nilainya bianisnya sangag menjanjikan. Sehingga, kami para sopir yang hanya mencari makan kesulitan untuk mendapatkannya.


"Kita berharap pemerintah turun tangan mengatasi persoalan BBM jenis solar ini, demi kesejahteraan masyarakat," pintanya.


Setelah dikonfirmasi salah satu pengawas SPBU di Bagian Utara Pasaman Barat, Ican, mengatakan BBM jenis solar itu masuknya lebih sering di tengah malam dari pada siang hari. Sementara mobil sudah banyak antri, tentu dengan jumlah yang hanya 8000 liter, waktu jualnya gak begitu lama.


"Kita akan terus jual setelah BBM itu masuk, karena antri selalu ada dalam menunggu kedatangan jenis solar. Apalagi, jumlah solar masuk sering diangka 8000 liter. Tentu tidak bisa dipastikan bertahan hingga siang hari," sebutnya singkat.


Sejauh ini, wartawan Sannarinews belum bisa berkomunikasi dengan Hiswana Migas DPC Sumbar. Dan masih terus diupayakan untuk memintai tanggapannya.   


Wakil Gubernur Sumatera Barat yang dihubungi masih  menunggu jawaban untuk informasi  berikutnya


Namun tentunya diminta pengawasan yang baik dalam pendistribusian BBM, terutama jenis solar ini, "harap konsumen. ***** (Bis)

3 Orang Tersangka Mantan Anggota DPRD Pasbar Ditahan

 

 

 Kasus dugaan tindak pidana  korupsi anggaran perjalanan dinas pada Sekretariat Dewan  DPRD Pasbar, Tiga tersangka telah ditahan

 

Pasaman Barat, sannarinews.com----Kejaksaan Negeri Pasaman Barat (Kejari Pasbar) menahat tiga orang tersangka dari  menetapkan 5 tersangka yang ditetapkan terkait kasus dugaan tindak pidana  korupsi anggaran perjalanan dinas pada Sekretariat Dewan  DPRD Pasbar tahun anggran 2019.


 
Pengumumkan  penetapan tersangka tersebut dismapaikan Kejari Pasbar Jumat (29/10-2021) dan telah melakukan penahanan terhadap tiga  tersangka SPJ fiktif itu. Sedangkan dua lagi  tidak memenuhi panggilan penahanan dari Kejari  karena suatu alasan.
 


“Tiga tersangka telah ditahan, dua lagi belum karena tidak hadir tadi dengan suatu alasan, satu habis operasi dan satu lagi sedang di Riau, “sebut Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pasaman Barat Ginanjar Cahya Permana pada pers rilisnya, Jumat.
 
 
Menurut Kejari,  setelah tim kejaksaan mencek kebenaran alasan dua tersangka itu, ternyata memang benar. “Namun penahanan terhadap kedua orang tersangka tersebut tetap akan di tindaklanjuti secepatnya,”ujarnya.


 
Ia membenarkan bahwa  tiga tersangka yang sudah ditahan tahan hari ini merupakan mantan anggota DPRD Pasaman Barat. Meraka adalah, inisial ES dari Partai Demokrat, inisial FS dari Partai PPP, inisial JD dari Partai PPP, inisial IS dari Partai PDIP dan inisial At dari Partai PBB.
 


Diduga kata Kajari Pasbar, tersangka melakukan tindakan korupsi anggaran perjalanan dinas pada Sekwan DPRD Pasbar pada tahun anggran 2019 yang terserap sebesar 27.165.361.405 dari total anggaran sebesar 32.015.823.405.
 


Atas kasus tersebut, jumlah kerugian negara dari lima tersangka sebesar Rp 650 juta.Kini, tersangka kata Kajari untuk sementara dititipkan penahanan di Rutan Polres Pasaman Barat
 


Kelima tersangkat menurutnya,  dijerat dengan pasal 2 ayat 1 subsider pasal 3 UU RI No 31 tahun 99 sebagaimana telah di ubah dan ditambahkan UU RI no 20 tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi. ***iz

 


Kepala SMP N 4 Pasaman Skorsing Pelaku Kasus Perundungan Terhadap Siswanya

 Fauzi, S.Pd, Kepala SMP N 4 Pasaman



Pasaman Barat, sannarinews.com----Fausi S, Pd selaku kepala sekolah SMPN 4 Pasaman Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) buka suara menanggapi kasus yang sedang ramai di perbincangkan belakangan ini. Tak lain terkait kasus perundungan yang sempat viral di facebook yang melibatkan siswa sekolah yang berada di Nagari Aia Gadang tersebut.


Menurutnya, kasus seperti ini adalah kasus yang serius yang harus diselesaikan secara adil bagi korban maupun pelaku. 


"Setelah mediasi kemarin (27/09) belum mendapati titik temunya, tapi saya berharap masalah ini cepat selesai. Untuk pelaku pemukulan terhadap "YH"saat ini sudah di berikan skors sementara oleh pihak sekolah, " katanya kepada wartawan media ini.


Lanjutnya,  "setelah ini saya juga akan rapat dengan dewan guru untuk berdiskusi langkah apa yang akan sekolah ambil selanjutnya" Ujar Fausi saat ditemui tim sannari news Rabu siang kemaren(29/09) di ruangan nya. 


Fausi juga mengatakan, pihak sekolah serius menangani kasus ini dan tidak ada unsur melepaskan tanggung jawab terhadap siswa yang terlibat. Walau menurut Fausi kejadian ini terjadi di luar dari lingkungan sekolah, tepatnya sekitar 200 meter dari pagar sekolah menuju ke jalan raya. 


Ditmbahkan, sejak kejadian tersebut setiap pulang sekolah kami memastikan anak-anak tidak berkerumun di jalanan sehingga tidak menimbulkan adanya kejadian seperti sebelumnya. Dan pastinya pihak sekolah sangat berharap masyarakat tidak memandang negatif terhadap sekolah itu karena menurutnya mereka sudah berusaha semaksimal mungkin dalam segala hal namun kejadian itu diluar dari jangkauan pihak sekolah.


Terpisah, Kepala Madrasah MTs Yaptip yang juga siswanya terlibat dalam kasus tersebut belum bersedia memberi keterangan ataupun tanggapan mengenai kasus ini kepada wartawan sannarinews.com. ****rasti nisa w/ irz

Seorang Siswa SMP di Pasbar, Menahan Rasa Sakit Dianiaya Sesama Pelajar

 Kasus kekerasan menimpa salah seorang siswa SMP di Pasbar


Pasaman Barat, sannarinews.com----"YH", salah seorang siswa SMP Negeri di Nagari Aia Gadang Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) harus menahan rasa sakit akibat dikeroyok atau dianiaya oleh sesama pelajar di jalan pulang dari sekolahnya. 


Peristiwa ini viral di Facebook, dengan beredarnya  video kekerasan terhadap anak sekolah itu, yang diunggah oleh akun Adi Abadi Adi di Grup Mata Rakyat Pasaman Barat II pada Sabtu 25 September pukul 00.26 WIB dini hari. Dengan judul 'Tolong di proses secara hukum, Pasbar Aia Gadang SMP 4'.


Video berdurasi 2,50 menit itu, telah dibagikan lebih dari tiga ribu kali. Serta telah menuai komentar lebih dari dua ribu netizen. Mayoritas warganet itu menyesalkan terjadinya aksi pemukulan tersebut yang tidak layak dicontoh itu.


Dari investigasi media ini di lapangan, Sabtu sore (25/09/2021) dengan mendatangi langsung kediaman korban, diketahui bahwa kejadian tersebut terjadi pada hari Selasa, 21 September 2021 sekitar pukul 11.30 WIB siang.


Informasi yang diperoleh, awalnya YH yang hendak bergegas pulang sekolah dihampiri beberapa orang remaja yang langsung mengajaknya untuk berkelahi, YH tidak menggubris ajakan tersebut karna merasa tidak mempunyai masalah apa-apa dengan pelaku. 


Akan tetapi, pelaku dan kawan-kawannya malah menunggu YH di depan gerbang sekolahan yang jaraknya hanya sekitar 100 meter dari sekolah tsb. Ditempat itu, YH di pukuli oleh seorang pelajar inisial “ Ad” yang merupakan adik kelasnya di sekolah yang sama. 


Tidak habis disitu, YH pun dirundung dan dipukuli pula oleh pelajar lain yang diketahui berinisial “ R”, adalah murid salah satu MTs swasta di Pasbar. 


Dalam peristiwa, itu, tanpa perlawanan sedikitpun, YH hanya bisa pasrah dianiaya oleh sesama pelajar yang disaksikan oleh murid lain yang kebetulan melintas sepulang sekolah tanpa ada peleraian dari mereka. 


Seusai dikeroyok, YH pun pulang ke rumah dalam keadaan sudah sempoyongan karena dipukul pada bagian tengkuk dan korban mengaku pusing selama berhari-hari. Akan tetapi YH waktu itu belum menjelaskan kepada orang tua nya perihal pemukulan tersebut. 


Orang tua korban, Joko dan ibu Marlis mengetahui kejadian tersebut dari video yang sudah tersebar luas di media sosial pada Jumat tengah malam/ Sabtu dini hari,  25 September 2021. Setelah mengetahui kejadian tersebut, Sabtu (25/09/2021) orang tua korban langsung melapor ke SPKT Polres Pasbar agar kasus yang menimpa anaknya bisa ditindak lanjuti secara hukum. 


YH mengaku kepada sannarinews.com, bahwa dirinya tidak mengenal pelaku sama sekali, dan dia mengetahui “Ad” merupakan adik kelasnya setelah kejadian itu. YH juga menyangkal adanya permasalahan antara dirinya dengan para pelaku.


"Saya  tidak kenal dengan “A” ataupun “R”, dan saya juga tidak tau apa maksud mereka memukuli saya. Karena begitu saya mau pulang langsung dihadang oleh mereka tidak jauh dari pagar sekolah" Ungkap YH.


Orang tua YH juga sangat menyayangkan kejadian ini bisa menimpa anaknya. Apalagi diketahui bahwa kejadian ini terjadi tidak jauh dari pagar sekolah. Mereka juga sangat berharap kejadian ini bisa ditindak lanjuti secara proses hukum yg berlaku. 


"Saya sangat berharap polisi bisa mengusut tuntas kejadian ini dan pelaku bisa mendapat ganjaran yang pantas. Sebab, saya sangat terpukul melihat anak saya dianiaya secara bersama-sama tanpa ada peleraian dari orang sekitar" Ucap Marlis, ibu korban.

Sementara itu, Polres Pasaman Barat (Pasbar) menyatakan dengan tegas akan memanggil berbagai pihak yang terkait dengan kasus kekerasan dan pemukulan terhadap seorang siswa yang berseragam Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang viral dalam sebuah unggahan video di Facebook.


Karena mendapat sorotan dari banyak pihak bahkan lebih dari 2 ribu warga net menyesalkan terjadinya aksi pemukulan tersebut, pihak polres pun bertindak cepat dengan melakukan penyelidikan awal mendatangi sekolah yang berada di Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat itu.


Kapolres Pasaman Barat, AKBP M. Aries Purwanto, S.IK memalui AKP. Fetrizal, S. S.IK, MH,  Sabtu (25/09/2021) mengatakan bahwa pihaknya telah mendatangi sekolah tersebut dan hasil penyelidikan diketahui bahwa kasus kekerasan terhadap anak SMP itu memang benar terjadi.


“Saya Kasatreskrim Polres Pasaman Barat, terkait dengan video viral kekerasan terhadap anak, kami telah menindak lanjuti dengan mendatangi sekolah tersebut. Dan hasil penyelidikan diketahui benar bahwa telah terjadi kekerasan terhadap anak, “kata Fetrizal


Lanjutnya, untuk memproses kasus ini secara hukum, pihak polres akan memanggil semua pihak yang terkait. Baik korban, pelaku maupun pihak sekolah.


“Sebagai tindak lanjut, kami akan melakukan pemanggilan terhadap korban, pelaku, pihak sekolah orangtua maupun Wali murid yang direncanakan akan kita laksanakan pada hari Senin tanggal 27 September 2021, “ kata Fetrizal dalam Statementnya sebagaimana dikutif dari siarkan humas Polres Pasbar dalam  link https://www.youtube.com/watch?v=5BPgcz3oCcU. ***R. Nisa Wachida/ irz


Tidak Puas dengan Putusan PKPU, Korban Nasabah Kresna Life Akan Ajukan Kasasi

 

  

Jakarta, sannarinews.com------Sidang Homologasi kasus gagal bayar dana nasabah PT. Asuransi Jiwa Kresna (PT AJK) atau Kresna Life dalam Perkara PKPU No. 389/Pdt.Sus-PKPU/2020/PN.Niaga.Jkt.PSt di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat pada (18/2/2021) telah berakhir. Namun putusan yang ditetapkan oleh majelis hakim dianggap belum berkeadilan, karena isi dari perjanjian dianggap akan merugikan nasabah korban Kresna Life, dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua majelis hakim Tuty Haryati, SH, MH didampingi hakim anggota Bambang Nurcahyono, SH., Mhum dan Agung Suhendro, SH., MH, serta paintera pengganti Aldino Heryanto, SH., MH., tersebut sempat disampaikan oleh Ketua Majelis Hakim Tuty Haryati yaitu kepada para pihak, jika ada yang tidak puas dengan putusan ini bisa mengajukan upaya hukum. 

 

Ir. Soegiharto Santoso selaku salah satu perwakilan nasabah korban Kresna Life menyampaikan kekecewaannya saat mengikuti sidang putusan PKPU tersebut. Menurut Hoky, sapaannya, dirinya tidak melihat dalam sidang tersebut hadirnya para tim pengurus dan tidak terlihat kehadiran pengacara Dr. Benny Wullur SH., MH. selaku kuasa hukum Pemohon.

 

“Tentunya kita menghormati keputusan yang diambil majelis hakim, namun ada beberapa nasabah yang akan melakukan upaya hukum lain yakni Kasasi atau Peninjauan Kembali terhadap putusan tersebut. Saya sendiri turut juga mengkritisi jalannya sidang yang tidak dihadiri para tim pengurus,” terang Hoky usai sidang putusan, di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat, (18/2/2021).

 

“Saya dan beberapa teman-teman pasti akan melakukan upaya hukum kasasi karena ada banyak kejanggalan, diantaranya sehari sebelum dilakukan voting yaitu hari Minggu, tanggal 31 Januari 2021 diatas Pk 22.00, pengiriman perjanjian perdamaian baru dikirim ke para nasabah, sementara keesokan pagi Pk 09.00 harus voting penentuan. Ini kan tindakan yang tidak berprikemanusiaan terhadap para nasabah yang berusia lanjut, yang sedang sakit, serta yang berdomisili di luar kota, yang sangat tidak mungkin hadir dengan waktu yang sangat berdekatan. Untuk menunjuk kuasa hukum untuk hadir kan tidak memungkinkan karena waktu sudah malam sementara isi perjanjiannya harus dipelajari dan ternyata sangat tidak berkeadilan,” urai Hoky yang juga berprofesi sebagai wartawan dan menjabat Ketua Bidang Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI).

 

Ia juga menerangkan bahwa pihaknya telah dua kali bersurat kepada Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Ketua Majelis Hakim, Hakim Pengawas, Kahumas PN JakPus, Pejabat Pembuat Komitmen PN JakPus dan Direktur Operasional PT AJK, serta Tim Pengurus, terkait peristiwa dimana dirinya menjadi saksi dalam proses voting. Menurutnya, saat itu diduga ada provokasi dari salah satu tim pengurus, sehingga hampir terjadi  perkelahian.

 

“Saya juga sudah bersurat kepada  Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat agar berkenan menyimpan dengan baik rekaman CCTV sebagai bukti rekaman peristiwa kericuhan didalam proses perhitungan hasil voting pada hari Senin, tanggal 01 Februari 2021, berkisar pada Pk 19:16 hingga Pk 19:22, agar supaya jika suatu saat dibutuhkan oleh pihak berwenang dapat diserahkan sebagai bukti rekaman CCTV,” bebernya. Ditambahkan pula, didalam surat tersebut, pihaknya juga sudah mempertanyakan tentang alasan dimana kejadian tersebut tidak ada dalam rekaman video Youtubenya (hanya ada direkaman CCTV), padahal sejak awal telah disebutkan oleh tim pengurus bahwa semuanya bisa dilihat melalui channel youtube,” ujar Hoky.

 

Hoky juga menjelaskan pada awalnya, inti dari isi surat yang dilayangkannya, adalah untuk meminta dilakukan sedikit revisi isi surat perjanjian perdamaian pada Pasal 8.4. dengan menghapuskan kalimat pada bagian tulisan yang berbunyi : “karenanya, jika terjadi percepatan pemulihan kondisi perekonomian Indonesia, maka Perseroan dapat melakukan percepatan penyelesaian tagihan kepada Kreditor secara lebih awal/cepat, begitu juga sebaliknya jika ternyata terdapat kendala/hambatan dalam melakukan proses penjualan aset-aset investasi milik Perseroan yang mengakibatkan tidak dapat dipenuhinya pembayaran sesuai Skema Penyelesaian yang diatur dalam Pasal 4, maka sisa persentase dari Tagihan yang tidak dapat dipenuhi akan diselesaikan pada jadwal berjalan berikutnya sampai dengan Tanggal Pelunasan Akhir.”


Sebab jika hal itu tidak dihapuskan, maka menurutnya, akan ada peluang sisa persentase dari Tagihan yang tidak dapat dipenuhi tersebut dijadwal ulang lagi dan akan berlangsung secara berulang-ulang dan tidak ada kepastian hukum dalam penyelesaian tagihan kepada Kreditornya. “Untuk itu saya minta dihilangkan bagian ini saja, meskipun masih sangat banyak isi perjanjian yang tidak berkeadilan, tapi hanya untuk menghapuskan bagian tersebut saja tidak dilakukan, sehingga hal ini patut diduga telah mencerminkan adanya itikad tidak baik dari pihak Debitur,” imbuhnya.

 

Hoky juga menambahkan bahwa untuk kejanggalan-kejanggalan lainnya akan diuraikan secara lengkap kedalam surat memori Kasasi yang sedang disusun oleh pengacara Otto, SH dan teman-temannya, “Pak Otto, SH saat ini sedang menyusun surat memori Kasasinya dan kami yakin serta percaya permohonan kami akan dikabulkan pada tingkat Kasasi nanti, sebab sangat banyak kejanggalan dalam proses PKPU ini sejak dari awalnya dan fakta sangat nyata tentang isi surat perjanjian perdamaian yang tidak berkeadilan, saya juga memohon maaf kepada teman-teman yang merasa khawatir karena kami melakukan upaya hukum lanjutan ini, tujuan kami juga menginginkan kepastian hukum yang berkeadilan. Di sini kami sampaikan juga bahwa apa yang kami lakukan yakni upaya hukum lanjutan tidak akan berdampak pada proses pembayaran dari pihak Kresna, sampai nanti ada putusan, sehingga sangat berbeda dengan proses PKPU, untuk itu kami juga memohon doa restunya,” pungkas Hoky.***rilis