Kepala SMK N 1 Lembah Melintang, " Kehadiran RPS DPIB Perkuat Program Peningkatan Kualitas Lulusan"

   

 Drs. Rifa'i, kepala SMK N 1 Lembah Melintang Pasbar


Pasaman Barat, sannarinews.com

Pembangunan Ruang Praktik Siswa (RPS) Kompetensi Keahlian Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), disambut baik pihak sekolah dan komite serta peserta didik.


Sebab, dengan kehadiran RPS yang telah rampung dibanguan dan diserahterimakan akhir tahun 2020 lalu, dapat memperlancar dan meningkatan pelatihan praktik siswa  jurusan bangunan tersebut. Dengan harapan dapat kian mengoptimalkan pelatihan dan pembinaan keterampilan siswa untuk mewujudkan lulusan yang kian berkualitas ke depan.

 

Jika sebelumnya masih memanfaatkan salah satu ruangan yang ada dengan peralatan yang masih terbatas, kini telah hadir Gedung RPS baru dengan desain bangunan gedung yang cukup megah dan bagus serta peralatan yang memadai untuk peningkatan pelatihan siswa lebih baik lagi. Di anataranya puluhan unit komputer untuk desain gambar dan peralatan lainnya.


Pihak SMK N 1 Lembah Melintang pun sangat bersyukur dan berterima kasih dengan adanya pembangunan RPS tersebut yang telah rampung dikerjakan dan serahterima pada akhir tahun 2020 lalu.


 Gedung RPS DPIB SMK N 1 Lembah Melintang


“Kita sangat bersyukur dan sangat berterima kasih pada pemerintah terutama jajaran Kementerian Pendidikan dan Direktoran Pembinaan SMK serta Dinas Pendidikan Sumbar yang telah merealisasikan pembangunan RPS ini. Sehingga dapat memacu peningkatan kualitas lulusan ke depan, “ kata Kepala SMK N 1 Lembah Melintang, Drs. Rifa’i didampingi salah seorang panitia pembangunan  RPS, yakni Sekretaris Panitia Asrul Adli, SE ketika ditemui media ini beberapa hari lalu .

 

Dikatakan, pembanunan RPS DPIB yang berlokasi di SMK N 1 Lembah Melintang ini merupakan program peningkatan dan perluasan akses serta mutu pendidikan SMK. Yakni berupa  kegiatan pengadaan sarana prasarana SMK, yang anggarannya bersumber dari dana DAK Tahun Anggaran 2020. 


SMK N 1 Lembah Melintang terus meningkatkan mutu lulusan yang kian kompeten, untuk mendukung menciptakan SDM unggul dengan program “link and match” dengan industri maupun dunia kerja (IDUKA). Hingga akhirnya, lulusan dapat terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan tenaga kerja industri dan dunia kerja maupun dengan UMKM yang ada, jelasnya.


 “Insya Allah RPS ini akan difungsikan dan dimanfaatkan untuk lebih mengoptimalkan pelatihan  keterampilan siswa sesuai kompetensi keahlian DPIB. Dan kita telah susun SOP dan aturan pelaksanaan praktik tersebut, “ jelas Rifa’i.


Adapun Standar Operasional Proses (SOP) RPS ini, initinya adalah selama praktik siswa diwajibkan untuk mengikuti praktek dengan tekun, memakai pakaian praktik, berpenampilan sopan, santun, tertib dan senyum.

 


Siswa juga wajib menjaga kebersihan, ketertiban dan keindahan RPS. Maka semua siswa yang mau praktik mengisi Kartu Kondisi Peralatan. Meletakkan tas pada tempat yang telah ditentukan. Dan setelah siap praktik, siswa diminta merapikan kembali tempat yang dipakai.

 

Selain beberapa kewajiban siswa selama praktik di ruang RPS, siswa juga harus tertib dan dilarang keluar masuk tanpa seizin instruktur, dilarang merusak peralatan yang ada. Dilarang menjalankan program yang tak berhubungan dengan materi, dilarang mengambil dan membawa peralatan RPS. Juga dilarang membawa makanan dan minuman dalam ruangan serta dilarang masuk ruangan instruktur tanpa izin.

 

Menurut Kepala SMK N 1 Lembah Melintang, SOP ini diatur bersama ketua Program Keahlian (PROKA) Teknik Konstruksi Permodelan, Dewi Rima, SPd, MSi.


Kewajiban dan larangan tersebut jelasnya, jika dilanggar oleh siswa dapat dikenakan sanksi berupa  peringatan lisan dan tertulis dan bahkan bisa peringatan berupa skorsing selama 3 kali pertemuan. Dan jika masih dilanggar maka tidak dibolehkan lagi memasuki ruang praktik.

  

Prosfek jurusan DPIB ini, di antaranya bisa menjadi Drafter, yang bertanggung jawab membuat gambar bangunan. Juga bisa menjadi Quantity Surveyor, kerjanya menghitung volume bangunan, kebutuhan material dan membuat laporan progres pekerjaan.

 

Bisa juga sebagai Uitzet/Surveyor, bertugas dalam hal pengukuran seperti membuat data ukuran existing tanah atau bangunan, dan mengukur untuk penerapan gambar kerja ke lokasi pekerjaan.

 

Selain itu bisa sebagai Pelaksana Bangunan. Juga bisa bekerja sebagai Pemborong/Kontraktor, Konsultan Perencana, seperti jasa desain rumah, pembuatan maket, gambar 3D dan sejenisnya. ***irz

 




Post a Comment

Lebih baru Lebih lama